Benchmarking di IAIN Parepare: LPM IAIN Palangka Raya Belajar Banyak Hal

Parepare – Pada Kamis 10 Desember 2020, LPM IAIN Palangka Raya mendapat kehormatan berkunjung ke LPM IAIN Parepare dalam rangka benchmarking. IAIN Palangka Raya mengutus Sekretaris LPM, Ihsan Mz, M.Psi. dan Staf LPM, Rahmad Hidayat, S.Pd.I. Sementara yang menyambut langsung adalah Ketua LPM IAIN Parepare, Dr. Herdah, M.Pd., Sekretaris LPM, Ali Rahman, M.Pd., Kasubbag TU LPM, para Kepala Pusat, dan Staf LPM. Kampus dengan tagline yang berbunyi, “Akulturasi Budaya dan Islam” ini memiliki beberapa tujuan salah satunya menjadikan IAIN Parepare sebagai kampus yang memiliki konsep “Eduwisata”.

IAIN Parepare, kampus yang letaknya di kota kelahiran Presiden ke-3 RI, Prof. Dr. Ing. H. Bacharuddin Jusuf Habibie ini memiliki 4 Fakultas dengan 27 Program Studi (Prodi) dan 1 Pascasarjana dengan 6 Program Studi. 4 Fakultas tersebut, masing-masing adalah Fakultas Tarbiyah (8 Prodi), Fakultas Syariah (4 Prodi), FUAD (8 Prodi) dan FEBI (7 Prodi). Terdapat 1 prodi yang mendapatkan peringkat “A” yaitu prodi Pendidikan Agama Islam. LPM IAIN Parepare memiliki 6 Kepala Pusat yaitu: Pusat Penjaminan Mutu Akademik, Pusat Akreditasi, Pusat Pengembangan Teknologi Pembelajaran, Pusat Studi Pancasila dan Bela Negara, Pusat Studi Budaya Nusantara dan Pusat Studi Tafsir dan Hadis. Selain itu, LPM IAIN Parepare juga memiliki gedung khusus akreditasi yang disebut “Zona Akreditasi”.

Tampak Ketua LPM IAIN Parepare, Dr. Herdah, M.Pd (kiri), Sekretaris LPM IAIN Palangka Raya, Ihsan Mz, M.Psi., Sekretaris LPM IAIN Parepare, Ali Rahman, M.Pd., dan Kepala Pusat Studi Tafsir dan Hadis IAIN Parepare dalam kegiatan benchmarking IAIN Palangka Raya di IAIN Parepare, Kamis 10 Desember 2020

Di samping informasi di atas, utusan LPM IAIN Palangka Raya juga mendapatkan penjelasan bahwa di IAIN Parepare telah memiliki tim Penegak Kode Etik yang manfaatnya sangat terasa di lingkungan kampus. Mereka bertugas untuk menegakkan kode etik Dosen, Tendik dan Mahasiswa. Hal ini sejalan dengan ungkapan, “Malebbi Warekkadana, Makkiade Ampena”. Artinya “Santun dalam bertutur, sopan dalam bertindak”.

“LPM IAIN Parepare saat ini sedang mengembangkan aplikasi Beban Kinerja Dosen (BKD) secara online, hanya saja masih menunggu sinkronisasi dengan Sistem Informasi Sumber Daya Terintegrasi (SISTER) milik Kemendikbud dan juga menyiapkan server (hosting) yang memadai”, ungkap Musmulyadi, S.H.I.,M.M., Dosen Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam IAIN Parepare yang juga ikut dalam kegiatan benchmarking ini.

“Sebuah kehormatan bagi kami di LPM IAIN Palangka Raya karena mendapatkan sambutan yang luar biasa dari kolega di IAIN Parepare. Segala ilmu, wawasan dan pengalaman yang kami dapatkan dalam kegiatan ini semoga bermanfaat bagi pengembangan kampus masing-masing di masa yang akan datang, dan yang paling penting adalah kerjasama dan silaturrahim yang telah terjalin ini bisa terus bertahan hingga seterusnya”, pungkas Ihsan Mz, M.Psi. saat menyampaikan kesan dan pesan.

Setelah sharing ilmu dan pengalaman yang berlangsung di kantor LPM IAIN Parepare berakhir, rombongan LPM IAIN Palangka Raya diajak berkeliling kampus IAIN Parepare sambil melihat sarana dan prasarana yang dimiliki kampus. Bangunan yang mengikuti kontur tanah dengan kota yang berdampingan dengan Selat Makassar menjadikan IAIN Parepare layak untuk mengembangkan konsep “Eduwisata” yang bercita-cita menjadi Universitas Sains Islam Indonesia di masa yang akan datang. Amin. (IMZ)

Sekretaris LPM IAIN Palangka Raya saat diminta memberikan testimoni terhadap kegiatan benchmarking yang telah dilaksanakan. Tampak Kepala Pusat Pengembangan Teknologi Pembelajaran LPM IAIN Parepare memimpin proses pengambilan video.