Ekspose Hasil Benchmarking LPM IAIN Palangka Raya

Palangka Raya – Kembali Lembaga Penjaminan Mutu laksanakan ekspose (4/1/2022) diantaranya ekspose hasil benchmarking LPM di UIN Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda yang disampaikan oleh Ihsan Mz, kegiatan forum LPM dan SPI di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta oleh Sabarun, dan kegiatan mitra MBKM di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta serta Sosialisasi Lembaga Akreditasi Mandiri oleh Mohammad Jamaludin.

Kegiatan ini digelar di gedung bundar Asmaul Husna dengan menerapkan protokol kesehatan. Undangan berasal dari seluruh kaprodi, kepala UPT, LP2M, SPI, Dekan, Direktur serta para Wakil Rektor di lingkungan IAIN Palangka Raya. Dalam sambutannya, Rektor menyampaikan ucapan terimakasih kepada tim yang telah melakukan analisa survei. “Survei ini adalah cermin terhadap status dan keadaan kita. Saya kira ke depan metode penyebarluasan lebih masif melalui kaprodi. Survei ini adalah bagian dari kerja kita menuju kerja unggul”, tegasnya.

Pada kesempatan yang lain, Ihsan Mz menyampaikan bahwa LPM ingin men-tradisikan bahwa setiap kegiatan benchmarking selesai, sebaiknya yang bersangkutan menyampaikan atau melakukan ekspose kepada stakeholder internal atau eksternal serta berdampak bagi lembaga. Pun dengan survei yang dilakukan, ada persiapan, proses, dan laporan serta tindak lanjut yang terukur. Sehingga hasil survei bisa betul-betul dimanfaatkan untuk pengembangan lembaga yang lebih baik.

Di akhir sesi, Mohammad Jamaludin menerangkan perihal kemitraan MBKM yang telah dilakukan IAIN Palangka Raya yang selanjutnya akan ditembuskan informasinya kepada Unit/Fakultas/Lembaga. Tambahan lainnya juga tak kalah hangat adalah diskusi mengenai status akreditasi. Ada sebagian prodi yang akan habis masa akreditasi serta ditambah beralih lembaga ke Lembaga Akreditasi Mandiri (LAM). Sementara ada dua LAM yaitu LAM EMBA (Ekonomi, Manajemen, Bisnis, Akuntansi) dan LAM DIK (Kependidikan) yang mengakomodir prodi di lingkungan IAIN Palangka Raya. Selain itu juga masih ada prodi yang bertahan di BAN-PT. Masa peralihan adalah tiga bulan sejak Januari hingga Maret 2022. LAM efektif bekerja mulai 1 April 2022. “Menghadapi perubahan sebesar ini, tentu prodi harus serius mempersiapkan akreditasi prodi, sebab prodi yang masa akreditasinya habis setelah 31 Maret 2022 dan masuk LAM, akan banyak berhadapan dengan instrumen baru yang disesuaikan dengan masing-masing LAM” pungkas Jamal. (rh)