Optimalisasi Peran KPM-GPM di Level UPPS

Palangka Raya – LPM lakukan optimalisasi peran Komite Penjaminan Mutu (KPM) dan Gugus Penjaminan Mutu (GPM) (18/1/2022) yang mengundang Wakil Dekan Bidang Administrasi Umum, Perencanaan dan Keuangan setiap Fakultas, Wakil Direktur dan Kasubbag TU Pascasarjana di ruang rapat bersama Pascasarjana lantai 2. LPM menginisiasi rembuk mutu dengan tujuan menjelaskan tupoksi kerja mutu KPM-GPM tahun 2022. Roadmap kerja di tingkat UPPS perlu ditentukan di awal tahun agar proses dan hasilnya bisa diukur, dievaluasi kemudian ditingkatkan.

Mohammad Jamaludin dalam paparannya menyampaikan bahwa selama tahun 2021 LPM telah mengupayakan tiga hal dalam konteks optimalisasi peran KPM-GPM. Pertama, LPM telah membentuk pelaksana penjaminan mutu di tingkat UPPS dan program studi. Kedua, memasukkan unsur KPM dan GPM ke dalam jenis “Tugas Tambahan” bagi dosen. Ketiga, memasukkan KPM dan GPM ke dalam Organisasi dan Tata Kerja (Ortaker) IAIN Palangka Raya. Dua upaya awal sudah terlaksana. Sementara yang terakhir masih terus diupayakan. Sesi paparan dilanjutkan dengan panel diskusi.

“KPM dan GPM adalah organ penting yang harus betul-betul diperhatikan aktivitasnya (ed: hak dan tanggung jawabnya) di tingkat UPPS. Dalam hal ini, secara periodik memonitor dan mengevaluasi ketercapaian standar mutu di Fakultas dan program studi”, ungkap Nurul Wahdah selaku Asesor BAN-PT asal IAIN Palangka Raya.

Forum rapat ini juga mendiskusikan tentang program kerja yang akan “dieksekusi” oleh KPM-GPM tahun 2022 ini. Hamidah, Wakil Dekan AUPK FTIK, menyampaikan bahwa mereka berkomitmen penuh dan mendukung program kerja KPM-GPM di tahun 2022. Demikian juga dengan FUAD, FEBI, FASYA dan Pascasarjana. (rh)